Di tengah wabah batuk anak-anak, Dokter Dito didesak membuka praktik karena warga antre dan ayahnya menjanjikan investasi jika ia berhasil menanggulangi wabah. Saat menerima pasien, banyak orang datang untuk mengembalikan obat yang tak dibuka karena anak mereka sudah sembuh setelah memakai ramuan Bena, mantan istri Dito, yang dianggap sangat manjur. Kabar itu berubah jadi konflik ketika seorang warga menuduh Bena jualan obat tanpa izin; petugas muncul dan mengatakan "Ayo ikut kami", lalu menyeret Bena pergi, meninggalkan Dito menghadapi konsekuensi yang belum terselesaikan.