Bos Halim mengetahui anak buahnya, Dicky, bermain Go dengan seorang anak dan telah menempatkan ibu anak tersebut bekerja di kantor CEO. Tanpa ingin mendengar penjelasan tentang kemampuan ibu itu, bos memerintahkan anak buahnya untuk menyuruh wanita tersebut keluar dari perusahaan, memberikan uang maksimal 20 miliar, dan pergi dari kota bersama anaknya demi melindungi warisan ratusan triliun Grup Halim. Anak buah itu awalnya ragu karena takut Dicky mengetahuinya, tetapi akhirnya menyetujui dan akan menemui Tya Tanadi, nama ibu anak itu. Di tempat lain, seorang wanita bernama Yella bersikap manis di depan kerabatnya sambil diam-diam berencana mengatur kencan dengan Dicky dan mengancam akan menyelesaikan masalah sendiri jika mereka gagal. Namun, bos Halim terkejut mengetahui nama ibu anak itu adalah Tya Tanadi, nama yang sama dengan wanita yang selalu dimimpikan Dicky, ditambah anak tersebut juga gemar bermain Go. Dia langsung meminta anak buahnya untuk menghentikan rencana pengusiran dan meminta video anak tersebut dikirim segera, karena merasa ini bukan kebetulan biasa.