Seorang wanita datang membawa putrinya, Ina, dan mengumumkan bahwa Ina akan menikahi Rino dan menjadi istri sah, memaksa konfrontasi dengan Rena. Mereka bertengkar saat pengunjung itu menegaskan Ina berasal dari keluarga bangsawan (putri Pak Gusti) dan sedang mengandung anak Rino, lalu mengejek ketidaksuburan Rena. Wanita itu menuntut tidak hanya posisi Rena sebagai istri tetapi juga kepemilikan tokonya, mengklaim ayahnya sebagai ajudan Pak Eddy sehingga punya koneksi hingga bisa mengancam nyawa. Tuduhan, tekanan sosial, dan ancaman kepemilikan toko memunculkan risiko kehilangan posisi Rena yang belum terselesaikan.