Pada hari ulang tahunnya ke-22, Jane menantikan lamaran Roy, teman masa kecil yang berjanji setelah lukisan Galaksi Mimpi selesai. Namun Roy menghilang pada hari itu karena anjing peliharaan adik angkatnya, Jesse, mendadak sakit sehingga Roy merawatnya. Di sela itu seorang dari Keluarga Tosa mengancam Jane, menuntut lukisan, keluarganya, karier, dan bahkan cinta Roy, serta berusaha menyalahkan Roy hingga Jane hampir tewas. Lima tahun kemudian lukisan selesai; keluarga menyuruh Jane memberi Galaksi Mimpi kepada Jesse, tapi Jane menolak, meninggalkan keputusan dan konsekuensi yang belum terselesaikan.
Episode dibuka dengan Jesse memohon maaf kepada kakak Roy setelah rapat, memicu perselisihan tentang Lukisan Galaksi Mimpi yang Roy kerjakan selama lima tahun. Jesse, yang kehilangan orang tuanya, mengatakan lukisan itu mengingatkannya pada mereka, sementara Jane mengejek sikapnya. Roy tersinggung saat lukisan disebut 'jelek' dan membela bahwa karya itu merekam dua puluh tahun kisah mereka serta benda terpentingnya selain Jane. Jesse merasa tak disayang dan menawarkan pergi; ketegangan membeku lalu memuncak ketika seseorang memanggil keras "Jane Tosa!", meninggalkan konfrontasi yang belum terselesaikan.
Episode dimulai saat Jane diperintah menyelesaikan goresan terakhir lukisan 'Galaksi Mimpi' dan membawanya untuk meminta maaf kepada Jesse. Roy memaksa, mengungkapkan bahwa ia dekat dengan Jesse dan bahwa orang tua Jesse meninggal akibat kecelakaan yang ia sebabkan; ia menuntut lukisan itu sebagai syarat menepati janji lima tahun lalu, melamar Jane. Jane menolak keras untuk minta maaf atau menyerahkan lukisan. Konfrontasi memuncak saat ada tamparan yang membuat Jesse terluka, memancing kemarahan dan kebingungan di antara mereka. Episode ditutup dengan ketegangan: keputusan Jane soal lukisan dan janji Roy belum terselesaikan.
Keluarga berkumpul setelah Jesse muncul dengan wajah memar; Jane langsung dituduh menamparnya. Jane bersikukuh tidak melakukannya, bahkan berkata Jesse 'menampar dirinya sendiri', tapi orang tua dan Kak Roy meragukan penjelasannya karena luka Jane terlihat lebih parah. Tuduhan memicu bentakan dan cemoohan; orang tua menegur Jane soal keteledoran dan meminta semua menenangkan diri untuk makan bersama. Jesse membela dirinya sementara keluarga berusaha meredakan suasana. Konflik inti—siapa yang sebenarnya menyebabkan luka Jesse—tetap tidak terjawab, dan kecurigaan terhadap Jane menggantung menjelang keputusan keluarga berikutnya.
Jane mengalami serangan alergi setelah tanpa sengaja diberi makanan seafood; dia kesulitan duduk dan nyaris kehilangan kesadaran, memaksa anggota keluarga yang panik meminta maaf berulang kali. Keluarga, termasuk seorang ayah, berjanji menghapus makanan laut dari rumah dan merawatnya, sambil berikrar tidak akan membiarkannya menderita lagi. Namun ketegangan muncul ketika disebutkan kedatangan Jesse yang sejak itu menyita perhatian keluarga. Titik baliknya adalah pengakuan perhatian mereka telah beralih; meski ada janji, nasib perawatan Jane tergantung pada apakah fokus keluarga kembali padanya.
Di meja makan, Jane merasa diabaikan setelah Roy lupa dan orang tua menggodanya soal pilih-pilih makanan; Jesse mendapat kepiting favoritnya dan Roy membantu. Jane mengaku seperti orang asing di rumah, sementara orang tua menegur agar ia tak bersikap musuhan pada Jesse. Mereka mengingat bahwa Jane dan Roy pernah menyuruh orangtua Jesse ke kantor sehingga terjadi kecelakaan yang membuat Jesse yatim, lalu menegaskan kewajiban menjaga Jesse. Ayah mengumumkan memberi lukisan "Galaksi Mimpi" kepada Jesse sebagai penebusan Keluarga Tosa, meninggalkan ketegangan mengenai dampak hadiah itu pada hubungan keluarga.
Di meja makan keluarga Tosa, orangtua mendiskusikan kondisi Jesse yang bermasalah jantung dan berharap ia menang pameran internasional supaya kariernya aman dan keluarga bangga. Mereka menekan Jane untuk mundur karena ia sudah punya banyak penghargaan. Jane keberatan: lukisan itu dilukis oleh kakak selama lima tahun, ia tak berani mengambilnya dan mengaku bersyukur bisa masuk keluarga. Saat keluarga mendesak dia 'mengalah sebagai kakak', Jane meledak, menuduh orangtua memfavoritkan anak yang mereka angkat, memecah suasana dan meninggalkan keputusan pameran serta hubungan keluarga menggantung.
Di rumah, Jane berkonfrontasi dengan ayahnya karena ia menolak menyerahkan lukisan hasil kerja lima tahunnya; ayah menuduhnya kurang ajar dan menuntut permintaan maaf. Kak Roy dan anggota keluarga lain mencoba menenangkan karena tekanan darah ayah, sementara Jane merasa bersalah dan ingin pergi agar pertengkaran berhenti. Perselisihan memuncak ketika keluarga mengecam perlakuan Jane terhadap Jesse yang tampak kasihan dan diusir. Jane menegaskan ia tak berniat tinggal. Di akhir, Kak Roy mengumumkan, 'Hak cipta Galaksi Mimpi, kuberikan padamu,' keputusan yang mengubah kepemilikan karya dan meninggalkan ketidakpastian tentang dampaknya.
Di meja makan keluarga, Roy mengumumkan rencananya melamar Jane untuk mendapatkan hak cipta 'Galaksi Mimpi', memicu protes keras. Jesse, yang dianggap adik, ketakutan akan ditinggalkan sementara seorang wanita dalam keluarga mengaku menyukai Roy dan memohon agar ia menikahinya. Roy menegaskan telah berjanji pada Jane namun tetap akan memperhatikan Jesse. Ketika Jesse pura-pura sakit, keluarga panik dan membawanya ke rumah sakit; beberapa anggota kesal dengan tingkahnya. Episode berakhir saat seorang anggota keluarga, muak dengan drama berulang, mengumumkan akan memutuskan hubungan sehingga konflik tersisa belum terselesaikan.
Jane Tosa lahir dari keluarga berada; ayahnya ketua dewan sebuah perusahaan besar. Setelah lulus, ia kembali membantu bisnis keluarga. Roy Gunawan, teman masa kecil yang dibesarkan di rumah Tosa karena orang tuanya sering ke luar negeri, selalu berniat menikahinya. Di sisi lain, Jesse menyewa orang untuk membuat orang tuanya sendiri tewas dalam kecelakaan, lalu diadopsi oleh keluarga Tosa. Pengkhianatan memuncak ketika Jesse membunuh Jane demi merebut segala yang dimiliki keluarga, termasuk Roy. Jane terlahir kembali. Kali ini ia memutuskan hubungan dengan keluarga yang membesarkannya dan bertemu Steve, cinta sejatinya. Kelahiran kembali membuka lembar baru, namun bayang-bayang masa lalu mengancam: akankah sejarah kelam itu terulang lagi?