Seorang tahanan panik ketika menghadapi masalah, lalu seorang pengunjung menegurnya dan mengatakan pacarnya akan aman. Pengunjung mengumbar janji bisa mengurus pembebasan, lalu membantah—dia malah menetapkan syarat: tahanan harus menyelesaikan urusan Desa Matua dulu. Pengunjung, yang menyebut maksud Pak Fredi, menegaskan jika tugas menyelesaikan Lewis dan temannya gagal, identitasnya tak akan diberi. Ia memberi kartu ATM sebagai cadangan, yang ditolak tahanan. Episode berujung pada keputusan wajib: tahanan harus menerima atau menolak tes yang menentukan pembebasan dan pengungkapan identitas, nasibnya masih menggantung.