Putri Yunis, keturunan pahlawan dan teman masa kecil Putra Mahkota, mendesak ayahnya agar diizinkan menjalani pernikahan politik di Balangga, meski ayahnya keberatan karena medan yang dingin dan berbahaya. Ia mengungkapkan kesiapan dan keinginannya meringankan beban ayahnya yang merasa bersalah atas pengorbanan keluarga mereka. Sementara itu, Putra Mahkota berniat menikahi Kinaya, adik separjuangan Yunis yang dijaga oleh Yunis setelah kakaknya gugur. Ayah Yunis akhirnya menyetujui permohonannya dan mengumumkan gelar kehormatan bagi Putri Yunis sebelum keberangkatan, mempersiapkan babak baru yang menegangkan.