Yaya mengalami pusing dan tidak seimbang saat membicarakan Yunis yang akan mengunjungi kakeknya sebelum menikah. Yaya merasa kesepian setelah kematian kakaknya, sementara Yunis berjanji membuatkan lampion kelinci yang istimewa untuk Yaya. Saat acara lampion, ada ketegangan karena muncul ancaman pembunuh yang mengincar Yunis, sang Putri. Yaya yang tak punya pengawal merasa takut dan meminta bantuan kakaknya. Episode ini berakhir dengan kecemasan atas keselamatan Yaya dan Yunis yang terancam oleh bahaya yang belum terungkap.