Keluarga bangsawan Jasin membuka seleksi pengasuh malam untuk Tuan Keempat mereka. Sejumlah wanita menjalani pemeriksaan kesehatan ketat yang menyebabkan banyak peserta gugur karena berbagai masalah medis. Seorang wanita berhasil lolos tes awal bersama lima lainnya dari total 200 peserta. Diumumkan bahwa Tuan Roni, konglomerat termuda keluarga yang sangat kaya, akan datang untuk tes kedua. Para peserta, termasuk seorang wanita yang berasal dari keluarga miskin dan berniat memperbaiki hidupnya demi adiknya, bersiap bersaing mendapatkan posisi bergaji tinggi itu. Tekadnya menguat di tengah persaingan sengit untuk satu kesempatan mengubah nasib.
Seorang pemuda yang harus berhenti sekolah sejak usia 15 tahun bekerja keras menyemir sepatu untuk menghidupi adiknya yang bernama Eva. Uang yang didapatkannya selalu tak pernah cukup. Eva mengalami gangguan jiwa setelah ibunya pergi, ingatannya seolah berhenti pada saat itu. Ia kerap memanggil-manggil ibunya dan meyakinkan dirinya bahwa ia sudah bersih dan tidak merepotkan. Seorang wanita menyayangkan kondisi Eva dan menyebutkan bahwa bulan depan akan ada dokter spesialis jiwa terbaik datang ke kota, namun biayanya sangat mahal. Pemuda itu, yang ternyata adalah kakak Eva, bertekad untuk mendapatkan pekerjaan bergaji 200 juta per bulan demi mengusahakan kesembuhan adiknya, meski hari-hari terasa sulit.
Tes kedua untuk menjadi asisten Tuan Roni adalah berjalan tanpa suara di atas daun kering. Para peserta mengira mustahil, dan satu per satu mereka gagal karena membuat suara. Satu peserta perempuan bersikeras mencoba lagi dan lagi, meski dinyatakan gugur. Namun, berkat bantuan seorang wanita bernama Bibi Mira, dia akhirnya berhasil lolos. Hanya tersisa satu orang lagi yang ingin mencoba, menegaskan bahwa untuk lolos dibutuhkan pikiran serius dan kemampuan luar biasa.
Riola datang melamar sebagai pengasuh malam untuk Tuan Roni. Dalam tes berjalan tanpa suara, ia memilih memungut daun di lantai ketimbang menghindarinya demi menghilangkan sumber bunyi. Pendekatan uniknya ini membuat para pengawas terkejut dan bertanya-tanya, tetapi ia berhasil lolos ke tahap berikutnya. Di sisi lain, Tuan Roni dengan tegas menolak kehadiran pengasuh malam di kamarnya. Namun, atas perintah neneknya, asistennya, Ruli, diperintahkan untuk mengubah rencana tes tahap terakhir dengan tekad bahwa hari itu tidak akan ada seorang pun yang lolos.
Para kontestan diberi tugas tidak biasa dalam ujian praktik tahap ketiga: menidurkan seekor burung beo dalam waktu 10 menit di hadapan Nyonya Mina dan Tuan Roni. Hanya satu orang yang akan lolos, membuat para peserta ragu dan menganggap tugas itu mustahil. Sementara para kontestan mulai mencoba, banyak orang lain justru memilih pergi karena takut terlambat mendapatkan barang bagus di tempat lain. Keraguan terus muncul, tetapi harapan juga ada bahwa di antara kerumunan itu pasti ada satu ahli yang sanggup menyelesaikan masalah tidur Roni, meski hingga saat ini belum ada yang berhasil menunjukkan kemampuannya.
Seorang wanita datang melamar pekerjaan sebagai pengasuh malam di keluarga terkaya, ditawari gaji 200 juta per bulan. Saat bertemu, seorang pria—sepertinya kerabat pria yang akan dirawat—langsung menyerangnya dengan tuduhan dan hinaan. Dia menuduh wanita itu memakai parfum yang terlalu wangi dan anting gemerincing, mencurigai niatnya bukan untuk pekerjaan melainkan untuk menggoda kakaknya. Wanita itu memohon agar tidak diusir, tetapi pria tersebut terus merendahkannya dengan pertanyaan kasar tentang motifnya. Episode ini diakhiri dengan tekanan tersirat bahwa untuk mendapatkan gaji tinggi itu, menerima hinaan dan perlakuan buruk mungkin menjadi hal yang biasa, meninggalkan wanita itu dalam situasi yang tidak nyaman dan konfrontatif.
Seorang wanita berpakaian sederhana diinterogasi oleh perempuan lain yang menuduhnya pura-pura polos dan bermaksud buruk karena ingin menjadi pengasuh malam kakaknya. Wanita itu diperintahkan untuk dibawa pergi setelah dituding sebagai wanita licik. Dalam keputusasaan, ia memohon untuk diberi kesempatan lain dan mengklaim bisa menidurkan burung beo, tetapi permohonannya tetap ditolak. Sementara itu, di tempat lain, seorang nenek mengalami kejang dan memerlukan suntikan penenang. Namun, wanita yang baru saja diusir itu tiba-tiba muncul dan membantah diagnosis tersebut, menyatakan bahwa nyonya itu bukan mengalami kejang.
Seorang wanita tua dari keluarga kaya mengalami kejang, yang diduga sebagai keracunan akut akibat overdosis obat tidur oleh seorang pengasuh. Seorang anggota keluarga dan dokter bersikeras bahwa ini adalah kondisi biasa dan ingin menyuntikkan obat penenang, sementara pengasuh muda itu dengan tegas membantah, mengklaim berdasarkan pengalaman dan pelatihannya bahwa suntikan itu akan berakibat fatal. Terjadi konfrontasi sengit dimana pengasuh itu dianggap tidak tahu diri dan mencari perhatian, bahkan hendak diusir. Dengan penuh keyakinan dan mendasarkan pada pengalaman pribadinya yang tragis, pengasuh itu bersumpah atas karirnya bahwa diagnosisnya benar. Pada detik-detik terakhir, dia memohon kesempatan satu menit untuk membuktikan klaimnya dengan mencari botol obat kosong di sekitar tempat tidur si wanita tua.
Tuan Roni mengalami kejang parah yang mengancam nyawa, namun para dokter berhasil menstabilkan kondisi dan kejangnya pun reda. Seorang wanita muda dituduh oleh cucu pria itu telah mengutuk Nyonya Mina (neneknya) hingga mati, karena diduga dendam setelah gagal diterima bekerja. Pria itu memerintahkan wanita tersebut diseret keluar dan akan digugat atas tuduhan percobaan pembunuhan. Wanita itu membela diri dengan menyatakan pengalamannya sebagai pengasuh malam selama lima tahun, sehingga memahami obat tidur. Tiba-tiba, Nyonya Mina kehilangan kesadaran dan napasnya berhenti, membuat semua orang panik karena kejadian yang tak pernah terjadi sebelumnya.
Seorang perempuan yang tidak dikenal melakukan bunuh diri dengan menelan banyak obat tidur dan berada dalam keadaan koma ringan di dalam mobil. Saat orang lain bergegas membawanya ke rumah sakit, seorang pria di lokasi mengambil tindakan darurat. Ia menggunakan teknik refleks tekanan orbita untuk membangunkan perempuan itu sebentar, lalu melakukan induksi muntah untuk mengeluarkan obat dari lambungnya. Tindakannya berhasil dan nyawa perempuan tersebut terselamatkan. Pria itu kemudian memberikan instruksi untuk mempertahankan posisi miringnya selama perjalanan ke rumah sakit. Kemampuan medis darurat pria ini pun mendapat pengakuan dari orang-orang di sekitarnya.