Di hadapan Yang Mulia, Aruna berusaha mempromosikan diri: bukan hanya pintar makan dan tidur, tapi juga bisa segalanya di atas ranjang, dan jago bertarung. Ia mencoba merayu sambil bertanya boleh mencium, namun Yang Mulia meremehkan mereka yang terlalu banyak dan menunjukkan temperamen buruknya. Ketika diberi kesempatan mengucap kata terakhir, Aruna memuji rupa sang penguasa. Orang di sekitarnya mengejeknya naif. Diceritakan Yang Mulia sudah mengeksekusi banyak orang dengan cara serupa, tetapi aksi Aruna barusan justru menciptakan cara mati yang belum pernah ada. Episodenya berakhir dengan nasib Aruna tergantung pada keputusan Yang Mulia.