Di aula pernikahan, Wina Kusuma, pengantin wanita yang kedua kakinya lumpuh, menghadapi ejekan kerabat saat pesta berlangsung. Tamu mempertanyakan keserasian antara Musa dan Wina; beberapa menyindir, bahkan ada yang menyuruh tutup tudung. Wina mengungkapkan asal luka: Musa, kekasih masa kecilnya, mengajaknya melihat lentera sehingga seekor kuda lepas; ia mendorong Musa dan jadi korban yang lumpuh. Alih-alih acara bahagia, Wina menolak jadi pengantin; ia mengumumkan bahwa bukan pernikahan yang akan berlangsung, melainkan perceraian yang telah disiapkannya, menimbulkan keheningan dan menunggu reaksi Musa segera.