Di depan upacara, Wina dikonfrontasi ibu calon mertua yang mencela dia—menuduhnya memalukan, menyuruhnya pergi dan mengutuknya hidup kesepian karena "lumpuh". Ibu membela putranya dan menuduh Wina berbuat memalukan; Wina membalas, menolak dicerca, mengklaim ada pria yang tertarik padanya dan bahwa kediaman serta rencana pernikahan sudah disiapkan oleh dirinya dan orang lain. Ketegangan meningkat ketika Wina mengumumkan identitas pasangannya, pertama menyebut Luna lalu menegaskan, "Ini pernikahanku dengan Musa." Pernyataan itu mengejutkan semua pihak dan segera menyisakan kebingungan serta reaksi terkejut hadirin, meninggalkan nasib pernikahan tak terselesaikan.