Seorang pelayan melaporkan kepada tuannya bahwa Aruna tampak menangis setelah perceraian, namun sang tuan menyangsikan kesedihannya dan malah memerintahkan pengawasan lebih ketat terhadapnya. Sementara itu, Aruna diberitahu oleh pengawalnya bahwa para pendekar rimba telah mengetahui ia membawa banyak uang, yang diduga informasi ini bocor dari Kediaman Adipati Agung. Aruna menyadari bahwa surat cerai yang diberikan Adipati adalah sebuah permainan: ia diberi kesempatan untuk mengaku salah dan memohon ampun demi mengakhiri segalanya. Namun, jika menolak, mereka akan menghadapi penderitaan lebih berat dalam perjalanan ke Kota Linjaya. Di saat genting ini, ibunya yang selama ini selalu mengatakan 'semua terserah padamu', kini mengaku bahwa ungkapan itu justru membebani tanggung jawab penuh kepada Aruna. Aruna kini menghadapi pilihan sulit antara menyerah atau melanjutkan perjalanan berbahaya yang penuh ancaman.