Seseorang memperingatkan pria itu bahwa tindakannya seharusnya sudah membuatnya mati berkali-kali. Pria itu mengakui kesalahannya dan menyadari Elran telah lama bersabar; jika kesabarannya hilang, nyawanya bisa terancam. Dia memutuskan untuk mengalah terlebih dahulu. Seseorang menyebut urusan cintanya rumit dan bahwa istrinya jelas tak mencintainya, lalu menyarankannya untuk membujuk sang istri. Pria itu tampak menyetujui. Di tempat lain, seorang pria lain yang tampak berstatus tinggi ditanya soal kesehatannya. Ia mengaku kondisi badannya buruk, sehingga tak bisa membantu negara meski perbatasan tak stabil. Pihak yang bertanya menyindir kelicikannya. Tiba-tiba, pria bernama Elran muncul dan menyerang pria berstatus tinggi itu. Seorang pengawal segera melompat menghalangi dan menyatakan selama ia ada, tak ada yang boleh melukai Yang Mulia.