Seorang ibu mengajak kedua anaknya untuk menjadi biksuni dan meninggalkan kehidupan lama mereka agar tidak bisa bersama lagi. Dia menjelaskan bahwa memahami sifat sang Adipati membuat mereka mustahil hidup bersama seumur hidup, jadi lebih baik pergi ke Kota Linjaya untuk hidup bebas. Mereka sepakat untuk berangkat saat itu juga, dan sekalian mampir ke biara untuk mencari guru serta meminta nama suci, menandakan putusnya ikatan dengan Adipati Agung dan Keluarga Wiratama. Di tempat lain, seorang pelayan melaporkan kepada tuannya bahwa Aruna sudah menjadi biksuni dan rambutnya telah dicukur, sambil berkomentar bahwa sang wanita kini telah meninggalkannya. Tuannya terdengar merasa lebih lega mendengar kabar itu, namun laporan bahwa Aruna telah menggunduli kepalanya menimbulkan pertanyaan tersisa tentang siapa yang sebenarnya lebih menderita dalam situasi ini.