Seorang pria tampak gelisah dan menghela napas berulang kali memikirkan Aruna yang telah menjadi biksuni. Ia menyadari kesulitannya dan menyesali ketidakmampuannya untuk menjenguknya karena takut membuat seseorang murka. Saat sedang merenung, adipati Elran tiba-tiba datang. Atasan pria itu, Tuan Dharma, memperingatkannya untuk menjaga sikap dan ingat bahwa ia hanyalah bawahan adipati, bukan kakak iparnya. Dalam pertemuan, adipati Elran membahas keputusan Aruna menjadi biksuni. Ia menyatakan bahwa keputusan itu pasti berasal dari kekecewaan terhadap sang pria, dan meyakinkan bahwa dengan sedikit bujukan, Aruna pasti akan kembali.