Episode ini dibuka dengan konfrontasi: seorang wanita menolak disentuh dan memerintahkan orang lain keluar, lalu mereka saling minta maaf ketika seorang pria menolongnya berdiri. Mereka sepakat merahasiakan hubungan terlarang antar-ipar dan menegaskan janji dengan tos. Seorang pengamat mencatat suara yang mirip Dimas dan memutuskan akan membantu pria itu merebut takhta. Di istana, pelapor menuduh bahwa 'dia' menggoda Yang Mulia dan menduga jebakan Pangeran Yuda; namun Yang Mulia membaca surat dan merasa penggoda tampak tulus. Keputusan percaya atau menindak masih menggantung sebagai konflik utama.