Episode ini dibuka dengan Pangeran yang berkonfrontasi dengan Ibunda setelah tamparan lama; ia menolak kembali dipermalukan—"kau nggak bisa tampar aku lagi"—sementara Ibunda mengancam dan mempermalukan dirinya karena harga diri. Suasana memanas lalu terpotong oleh datangnya tamu: perayaan ulang tahun Nyonya Selir. Pangeran diminta duduk dan menahan amarah. Petugas menyerahkan obat karena Pangeran masih sakit lambung; ada yang sinis mengatakan jika ia ingin mati tidak akan dicegah. Seorang saudara menuduh ketidakpedulian, dan pelayan minta maaf atas kekacauan. Resepsi berlangsung dengan ketegangan terpendam; pilihan Pangeran dan nasib kesehatannya masih menggantung.