Ella dituduh mendorong Tuan Muda Kris saat mabuk, menimbulkan keributan di hadapan Tuan Marsekal dan orang-orang. Kris, yang kemudian diketahui putra Nyonya Ketiga, menderita patah kaki; Nyonya Ketiga menuntut hukuman. Ella mengaku mabuk, meminta maaf dan bersikeras tak ingat kejadian, sementara beberapa orang menyebarkan gosip bahwa Ella menyukai Marsekal Muda. Tuan Marsekal diminta memberi keadilan; para pihak berselisih soal seberapa berat hukuman agar tak membuat Nyonya Ketiga benci. Di akhir, disebutkan Ayah menginginkan balasan setimpal, meninggalkan nasib Ella yang menggantung menunggu keputusan.