Tasya, yang tengah asyik bersama pemuda-pemuda tampan, tiba-tiba terjatuh dan terbangun menjadi seorang ratu yang memiliki empat selir. Hidupnya mendekati akhir: satu-satunya cara untuk memperpanjang umurnya adalah menaklukkan keempat selir itu. Berbekal naluri dan kebiasaan modern, Tasya menganggap menaklukkan pria itu mudah, lalu memasuki kancah istana dengan strategi menggoda yang tak terduga. Ia harus memenangkan hati para pria di era kuno dan menaklukkan putri Maharani, sambil menavigasi intrik istana yang penuh risiko. Namun kenyataan tak semudah bayangan; para selir bukan pemuda tampan polos, melainkan menyimpan ambisi, teka-teki, dan permainan perasaan. Dalam perlombaan melawan waktu, Tasya diuji: bisakah kecerdikan modernnya menundukkan hati sekaligus mempertahankan nyawa?
Komentar
Lihat Semua >Lucas
Bahasanya puitis saat Tasya menaklukkan hati lelaki. Suasana istana digambarkan sinematik dan kental.
2026-02-26 06:43:19
Yara
Pacing rapi, transisi zaman modern ke kuno terasa mulus. Motif Tasya jelas, namun intrik selir layak dikembangkan.
2026-02-10 12:26:08
Leila
Detail kostum dan latar zaman kuno memukau. Hanya ingin lebih penjelasan tentang ritual perpanjangan umur.
2026-02-07 16:31:35