Episode dimulai saat Pak Hardy disoraki karena Erik ternyata anaknya, namun hanya anak selir sementara Theo disebut putra sah dan suami Puan Hanna. Tuduhan itu memicu konfrontasi keluarga: Pak Hardy menegaskan haknya mendidik anak tiri dan ayahnya, menolak campur tangan Ratu Tasya. Ratu tiba untuk membela Erik dan menuntut penjelasan, sementara pihak lain curiga ia punya motif politik terhadap Perdana Menteri. Pak Hardy menegaskan istrinya adalah perdana menteri dan meremehkan campur tangan Ratu, lalu mengancam tak akan diam—nasib Erik dan pengaruh Ratu menggantung.