Di sebuah konfrontasi, Ratu dikepung oleh seorang pembunuh sementara seorang wanita yang menempati tubuhnya mengaku hanya mewarisi ingatan pemilik tubuh dan tidak menguasai keterampilannya. Ia dipanggil 'jelek' dan mengancam akan memanggil polisi, namun pelaku merespons dengan ancaman 'mati kau'. Erik tiba, mendesak Ratu segera kabur, menyebut akan membalas budi atas bantuan sebelumnya, dan bersiap menghadapi penyerang. Saat perkelahian memanas dan suara memohon 'jangan sakiti Ratu' terdengar, Ratu memilih melarikan diri; nasib konfrontasi dan kemampuan wanita itu mempertahankan diri tetap menggantung.