Setelah mengalami gegar otak, Pak Bima diperingatkan untuk beristirahat, namun ia tetap nekat mencari Nona Sinta yang belum sadarkan diri akibat luka parah di kakinya. Dokter menyampaikan bahwa Sinta kemungkinan tak bisa menari lagi karena gejala sisa dari cedera tersebut. Bima merasa bersalah, tetapi seseorang menyalahkannya karena satu orang melarikan diri. Ketegangan meningkat saat Bima menghadapi Wenny yang diduga mengkhianatinya dengan menunjukkan bukti bahwa kakak Bima menolak menikah dengannya. Bima mengancam Wenny untuk tidak muncul lagi atau menghadapi konsekuensi, meninggalkan konflik yang belum tuntas.