Wenny kembali ke rumah untuk bertemu kakeknya yang sudah lama merindukannya dan berharap bisa menyaksikan pernikahan Wenny dengan Bima. Meski Wenny merasa sakit hati akibat masa lalu, kakek memintanya untuk tidak pergi lagi. Bima menunjukkan sikap dingin dan sinis, menyindir Wenny yang masih menyimpan perasaan padanya setelah tiga tahun berlalu. Ia mengaku hanya menikmati penderitaan Wenny sebagai bentuk balas dendam dan menegaskan Wenny tak memiliki hak untuk bernegosiasi dengannya. Konflik emosional dan ketegangan antara Wenny dan Bima memuncak, meninggalkan ketidakpastian tentang hubungan mereka ke depan.