Wenny terlihat pucat saat hendak pindah ke kamar yang sudah disiapkan untuknya. Pak Bima memerintahkan penyelidikan cepat terhadap pria yang pulang bersamanya. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Wenny pernah belajar di luar negeri dan dekat dengan Calvin Hanusa, seorang pria tanpa pekerjaan tetap yang sering mengunjungi klub malam dengan wanita lain. Pak Bima menyebut Wenny bodoh karena memilih pria seperti itu, sementara Wenny sendiri tampaknya belum mengetahui kebenaran tentang Calvin. Pak Bima memutuskan untuk segera mencari Calvin sebelum situasi memburuk.