Acara amal disponsori Grup Jafa dan Keluarga Sujipto digelar atas nama 'nona besar', yang diidentifikasi sebagai Gita, setelah asisten Pak Jaden menyerahkan sumbangan secara pribadi. Pembicara memuji Keluarga Salim karena mengadopsi Gita dan menyebutkan bantuan untuk panti, sementara Santi, penjual sayur, mencoba menyerahkan niatnya dan menuduh panti bersikap memihak serta meremehkan asal-usulnya. Pengurus panti marah, menghina, dan mengusir Santi; mereka mengancam akan membuat hidupnya penuh penghinaan. Di akhir, muncul catatan bahwa giok yang disebut menyerupai giok warisan Pak Hoga, meninggalkan tanda tanya tentang hubungan benda itu.