Di pesta amal, sebuah giok yang diduga pusaka Pak Hoga memicu konfrontasi ketika Nona Santi dan panti asuhan dituduh mencurinya. Pak Jacky dan tamu-tamu menuduh giok itu palsu, merendahkan keluarga petani, dan menuntut pengembalian sambil mengancam akan 'singkirkan' panti serta menuntut sujud dan permintaan maaf. Perwakilan panti bersikeras tidak berbohong dan menolak dipermalukan, sementara penuduh hanya bersedia mengembalikan giok jika panti mau sujud. Ancaman pengusiran dan tuntutan itu menempatkan nasib panti tergantung pada keputusan tentang giok yang masih belum dipulangkan.