Di sebuah pesta amal, Santi dituduh membawa tiruan giok milik Pak Hoga dan dipermalukan oleh hadirin. Gita dan anggota Keluarga Salim berkonfrontasi: mereka menuntut Santi bersujud atau dilaporkan ke polisi, bahkan memaksanya meminum minuman dingin untuk mengembalikan giok. Beberapa orang mencoba menahan Santi dan merebut giok, membuat adegan kacau. Santi membela giok warisan orang tuanya. Paksaan berubah menjadi tuduhan penipuan terhadap Pak Hoga. Saat kericuhan memuncak, seseorang tiba-tiba berteriak, "Siapa berani ganggu nona besar Keluarga Sujipto?", menghentikan sebagian aksi namun nasib giok dan tuduhan tetap terbuka.