Setelah delapan tahun berjaya di medan perang, Jenderal Arya Oza akhirnya menerima gelar Pelindung Negara dari Kaisar sebagai penghargaan atas jasanya menaklukkan musuh dan menjaga keamanan wilayah. Ketika persiapan untuk mengantarkan hadiah dan gelar tersebut ke kampung halamannya berlangsung, muncul kabar bahwa Wakil Pelindung Negara, Jenderal Alia, akan berkunjung ke wilayahnya. Sementara itu, warga setempat menyambut kedatangan tamu penting dengan persiapan megah, dan sosok Tuan Muda Eka Prawa dikenalkan sebagai calon yang cocok untuk putri Laras, menandakan awal dinamika sosial yang akan berkembang. Ketegangan tersisa pada kedatangan Jenderal Alia yang belum terungkap maksudnya.