Arya mengetahui bahwa ibu dan adiknya diserang dengan brutal oleh anak bupati Makuta; adiknya diperkosa dan ibunya hampir dipukul sampai mati. Setelah berita ini sampai ke jenderal besar, terungkap bahwa keduanya telah ditangkap dan disiksa puluhan kali oleh Bupati Makuta. Marah dan terdorong oleh ketidakadilan, Arya segera mempersiapkan diri untuk pergi ke Kantor Pemerintahan Makuta naik kuda, dengan tekad menghadapi para pejabat yang korup. Episode berakhir dengan ancaman tegas Arya bahwa mereka tidak akan membiarkan penindasan ini berlalu begitu saja.