Seorang ibu menyerah dan memohon agar anaknya, Laras, dilepaskan saat terjadi konfrontasi dengan sekelompok orang yang mengancam dan menakut-nakuti. Ketegangan meningkat ketika mereka menolak melawan karena takut balasan. Sementara itu, Tuan Muda Eka diberitahu bahwa seseorang sudah dibawa pergi, dan dalam suasana yang berbeda, terjadi percakapan tentang anggur dari wilayah barat yang istimewa. Episode berakhir dengan suasana tegang di pos jaga, saat seorang prajurit menuntut orang yang menembus pos turun dari kudanya, membuka kemungkinan konflik selanjutnya.