Sutanto menghadapi dilema sulit saat perusahaannya bangkrut dan ia tak punya uang untuk pengobatan ibunya yang sedang sakit. Meski ingin merawat ibunya, ia juga merasa harus bertanggung jawab kepada karyawan dan keluarga mereka agar tidak hancur. Ibunya mendukung keputusan Sutanto dan meyakinkan untuk melakukan apa yang terbaik. Sutanto kemudian menginstruksikan penjualan semua aset termasuk rumah dan mobil untuk membayar gaji karyawan, tetapi masih kekurangan dana. Di akhir episode, ibunya memberikan tabungannya sebesar 2 miliar sebagai bantuan, membuka jalan untuk keputusan besar berikutnya.