Sutanto datang meminta pinjaman 10 miliar rupiah dari Sanjaya karena perusahaannya bangkrut dan karyawan menunggak gaji. Sanjaya, yang dulu pernah dipinjam Sutanto 4 juta saat kuliah, setuju meminjamkan uang itu dengan syarat Sutanto harus berlutut dan memohon padanya terlebih dahulu. Sutanto awalnya menolak, namun Sanjaya menekankan konsekuensi jika uang tidak diberikan, yakni kehancuran keluarga para karyawan Sutanto. Terdesak oleh keadaan, Sutanto akhirnya menerima syarat itu dan bersedia berlutut untuk mendapatkan pinjaman tersebut. Konflik kini memuncak pada keputusan Sutanto dan akibat dari pinjaman ini.