Pak Sutanto menghadapi kebangkrutan perusahaan dan harus menjual harta pribadinya untuk membayar gaji karyawan, sementara ibunya yang sakit parah belum mendapat pengobatan karena keterbatasan dana. Para karyawan yang menghargai kebaikan Sutanto berinisiatif menggalang dana untuk biaya pengobatan sang ibu. Di sisi lain, Sutanto menghadapi tekanan pribadi seperti permintaan uang untuk aborsi dari seorang pria bernama Sanjaya dan harus membantu teman kuliahnya Budi Santoso yang terancam bangkrut dengan mengirim dana secara anonim. Namun, di penghujung episode, ada perubahan drastis nada dari seseorang yang menantang Sutanto dengan kata-kata, "mulai hari ini, kamu akan selamanya kuinjak-injak."