Di tengah persiapan pertunangan, seorang putri memutuskan membatalkan pertunangan dengan Raka setelah tahu dia selingkuh. Ibunya menolak, menyatakan mahar empat ratus juta dari keluarga Adikara sudah terpakai, menuduh putrinya mandul, dan mengancam memutus hubungan jika ia menolak menikah. Keluarga menekan soal biaya nikah dan kuliah, memaksa agar ia menahan diri. Sang wanita menolak dianggap barang, lalu memutuskan memakai gajinya untuk dirinya sendiri dan pergi bersenang-senang dengan seorang pria, sementara ancaman pemutusan hubungan dan nasib pertunangan tetap menggantung.