Episode ini dibuka dengan beberapa karyawan yang bercanda tentang pria yang semalam mereka temui: mereka menilai wajah dan 'skill', bahkan menyebut 'dua ratus ribu' sebagai bayaran. Keesokan harinya, Wakil Kepala Administrasi Karina Santika diberi tahu hotel Resor Amaris baru saja dibeli grup besar dan presiden direktur baru datang inspeksi. Saat presdir hadir, karyawan heboh karena pria itu ternyata orang yang semalam, sementara terungkap ada kelalaian pengecekan sehingga seseorang lolos masuk. Pengakuan identitas presdir menempatkan staf dalam canggung dan ancaman konsekuensi yang belum terselesaikan.