Perusahaan mengadakan pemeriksaan kesehatan wajib setelah kedatangan bos baru, dan Nenek berencana mempertemukan Karina dengan putri keluarga Larasati. Di sela pemeriksaan, Karina digosipkan hamil—dia mengaku tunangan Pak Alinski dan tertekan. Nia, yang memeriksa, menjamin hasil tetap privat, namun rekan kerja mendesak Karina menunjukkan hasil USG. Diketahui dia hamil anak kembar dan berniat melakukan aborsi di rumah sakit akhir pekan ini; ibunya memohon maaf karena tak sanggup membesarkan anak. Konflik memuncak ketika tuntutan bukti publik bertabrakan dengan keputusan pribadi Karina, meninggalkan ancaman pengungkapan yang segera harus dihadapi.