Dirga yang jatuh sakit berusaha menyembunyikan kondisinya, tapi Rika datang untuk merawatnya dan mengingatkannya bahwa sisa waktunya tinggal beberapa bulan. Dirga mengungkapkan bahwa Grup Yulis telah memesan besar ke perusahaan calon istrinya, Grup Livina, yang membuat perusahaan itu hampir bangkit dari kebangkrutan. Sebelum pergi, Dirga menitipkan saham Grup Yulis kepada Wina, calon istrinya, yang selama ini dibantu diam-diam oleh Dirga. Rika menolak mendengar kenyataan itu dan berjanji akan selalu mendukung Wina, meninggalkan ketegangan mengenai masa depan perusahaan dan hubungan mereka.
Wina memperkenalkan calon suaminya, Dirga, kepada Kak Ahmad, mengabarkan rencana pernikahan mereka bulan depan. Dalam pertemuan bisnis, Dirga dan Ahmad membahas pesanan puluhan triliun dari Grup Yulis yang berhasil didapatkan berkat usaha Kak Ahmad. Namun, Dirga meragukan klaim Ahmad yang mengaku pernah meyakinkan presiden direktur Grup Yulis untuk bekerja sama dengan Grup Livina. Ahmad menjanjikan acara syukuran untuk menghormati pencapaian ini, tapi ketika diminta memperkenalkan mereka kepada presdir, Ahmad mengaku presdir terlalu sibuk dan sulit ditemui. Dirga mulai meragukan kebenaran pernyataan Ahmad, menciptakan ketegangan baru dalam hubungan mereka.
Dalam episode ini, Kak Ahmad berhasil menyelamatkan Grup Livina dari kebangkrutan dengan mengamankan kontrak besar dari Grup Yulis. Namun, Hendra meremehkan kontribusi Ahmad dan menyarankan Wina untuk putus dengan Dirga demi masa depan yang lebih baik, memicu ketegangan. Dirga marah dan menantang Ahmad, hingga terjadi konfrontasi fisik yang menjadi puncak konflik. Ahmad menegaskan pengorbanannya demi Wina dan menuntut penghargaan atas usahanya, sementara keraguan dan permusuhan mulai mengancam hubungan mereka. Episode berakhir dengan ketegangan yang belum terselesaikan antara ketiga karakter inti.
Ahmad marah setelah Yulis memukulnya karena masalah kontrak senilai puluhan triliun, dan Wina mencoba menenangkan situasi dengan meminta Ahmad memaafkan Yulis. Ahmad melarang Wina datang membawa bekal dan mengusirnya dari kantor, menunjukkan ketegangan antara mereka. Wina tetap berusaha mempertahankan hubungan mereka dengan perhatian kecil seperti memasak, meski Ahmad meragukan niatnya. Konflik memuncak ketika Ahmad mengungkapkan bahwa proyek Yulis berkaitan dengan temannya yang menipu dan membohongi Grup Livina, menempatkan hubungan mereka dalam dilema besar yang belum terselesaikan.
Di episode ini, Dirga menghadapi ketegangan saat teman-temannya menuduh Ahmad sebagai penipu yang berbohong dan membuat situasi di tempat kerja menjadi rumit. Meski Dirga lelah dan ingin menjauh, ia diingatkan pentingnya bersikap ramah kepada keluarganya yang hanya tinggal sedikit. Sementara itu, Ahmad bersekongkol dengan Hendra untuk menjatuhkan Dirga dengan menyisipkan foto provokatif ke kantong Dirga agar membuatnya marah. Mereka berharap dengan ini, Dirga putus dan Ahmad bisa mengambil alih Grup Livina. Konflik ini meninggalkan ketegangan soal masa depan perusahaan dan hubungan Dirga yang belum jelas berakhir.
Dirga menghadiri sebuah acara elit meski mendapat penolakan dari keluarga Wina, khususnya Kak Ahmad yang tidak mengundangnya. Hendra mengolok Dirga sebagai orang kampungan yang tak pantas berada di sana. Dirga berusaha menjelaskan bahwa dia baik kepada Wina selama tiga tahun, namun tetap tidak diterima karena Wina masih menyimpan kenangan dengan Kak Ahmad. Mereka menyarankan Dirga mundur karena Wina sebenarnya mencintai orang lain, bukan Dirga. Di akhir episode, keraguan mulai muncul soal apakah upaya Dirga mempertahankan cintanya sepadan dengan kondisinya yang menurun akibat konflik ini.
Di episode ini, acara perayaan pesanan puluhan triliun Grup Livina berlangsung dengan suasana tegang karena Wina dipertanyakan tentang hubungannya dengan Ahmad. Dirga merasa tersinggung karena prestasi yang dipuji-puji dianggap berkat Ahmad, bukan dirinya, sehingga ia memutuskan untuk menjauh dan membiarkan masalah diselesaikan sendiri. Alimad menegaskan akan melindungi Wina dari segala ancaman selama berada di Grup Livina. Meski acara berjalan, ketegangan internal antara Dirga, Ahmad, dan Wina belum mereda, ditandai dengan Dirga yang merasa terpinggirkan dan mulai pusing, menandakan konflik pribadi yang berkembang.
Dalam episode ini, seorang pria menolak permintaan kakaknya untuk menemani pemegang saham dalam acara minum alkohol karena alergi dan riwayat penyakit akibat alkohol yang parah setahun lalu. Meski begitu, tekanan terus meningkat karena aturan perusahaan melarang budaya minum yang tidak sehat dan diminta untuk tetap berpartisipasi demi keluarga dan bisnis. Konflik memuncak saat pria itu akhirnya memutuskan untuk minum, mengubah sikapnya, namun ketegangan tetap terasa karena konsekuensi keputusan ini belum pasti dan hubungan antar karakter tetap kompleks.
Tiga tahun lalu Dirga Sunara rela menyembunyikan statusnya sebagai pewaris keluarga Yulis demi cinta pada Wina. Diam-diam ia menolong keluarga Wina melewati krisis. Namun pengorbanannya berbalas luka: tunangannya mengkhianati dan Ahmad menebar fitnah yang meruntuhkan nama baiknya. Tak lagi pasif, Dirga kembali dengan kedua identitasnya, menyusun langkah untuk membuka kejahatan Ahmad dan mengungkap konspirasi keluarga Livina. Rika, yang awalnya memilih berdiam, berubah menjadi sekutu setia dan bersama Dirga berjuang merebut harga diri serta menuntut keadilan. Penghinaan di pesta menjadi titik ledak. Pertarungan antara racun dan kekuasaan menajam, hubungan cinta retak berubah jadi balas dendam. Ketegangan memuncak, pilihan terungkap, dan hanya sebagian yang meraih kemenangan sementara yang lain menyesal dalam kesepian.
Tiga tahun lalu Dirga Sunara rela menyembunyikan statusnya sebagai pewaris keluarga Yulis demi cinta pada Wina. Diam-diam ia menolong keluarga Wina melewati krisis. Namun pengorbanannya berbalas luka: tunangannya mengkhianati dan Ahmad menebar fitnah yang meruntuhkan nama baiknya. Tak lagi pasif, Dirga kembali dengan kedua identitasnya, menyusun langkah untuk membuka kejahatan Ahmad dan mengungkap konspirasi keluarga Livina. Rika, yang awalnya memilih berdiam, berubah menjadi sekutu setia dan bersama Dirga berjuang merebut harga diri serta menuntut keadilan. Penghinaan di pesta menjadi titik ledak. Pertarungan antara racun dan kekuasaan menajam, hubungan cinta retak berubah jadi balas dendam. Ketegangan memuncak, pilihan terungkap, dan hanya sebagian yang meraih kemenangan sementara yang lain menyesal dalam kesepian.