Dalam episode ini, Nesya berusaha mengurus masalah pinjaman perusahaan yang terhambat akibat konflik internal. Pak Wisnu menahan pencairan dana yang sangat dibutuhkan untuk program pemasaran senilai 16 miliar, membuat Bu Fina dan Rudi frustrasi. Nesya mendapat kritik tajam karena dianggap penyebab kemarahan Pak Wisnu. Sementara itu, Nesya menuntut ganti rugi atas kerusakan HP-nya, yang dianggap remeh oleh lawan bicaranya. Ketegangan meningkat ketika angka 16 miliar disebutkan, mempertegas pertaruhan besar dalam konflik keuangan ini dan memunculkan tekanan yang belum terselesaikan.