Nesya menuntut ganti rugi 16 miliar untuk ponselnya yang rusak, dianggap berlebihan oleh Rudi. Konfrontasi berkembang saat Pak Edi, Wakil CEO Grup Noria, tiba-tiba datang untuk memeriksa ponsel itu karena mendeteksi benturan hebat yang memicu alarm keamanan. Pak Edi menjelaskan ponsel Nesya adalah edisi terbatas dengan teknologi canggih dan harganya mencapai 16 miliar, membuat klaim Nesya menjadi sah. Namun, kerusakan parah pada ponsel ini menimbulkan pertanyaan terkait biaya perbaikan yang sangat mahal, meninggalkan ketegangan tentang konsekuensi selanjutnya.