Dalam episode ini, Nesya menghadapi tuduhan dan tekanan dari Edi Ruslim, wakil CEO Noria, terkait klaim kerusakan HP senilai 16 miliar. Edi meragukan kapasitas Nesya dan memandangnya tidak pantas, sementara suasana semakin tegang saat Pak Rudi diminta untuk mengurus penggantian kerugian. Terjadi konfrontasi soal kerjasama bisnis Grup Sonya dan Noria yang mulai retak, dengan ancaman menggunakan jalur hukum jika tuntutan tidak diterima. Episode berakhir dengan Nesya meminta bantuan Pak Rudi, menegaskan tekanan dan konflik yang belum menemukan solusi.