Direksi perusahaan mengepung pemilik tua yang mengaku buta, menuntut ia menandatangani surat pengalihan saham karena dugaan gagal bayar utang dan gaji karyawan. Wakil Dirut dan Yuli menuduh bahwa uang perusahaan dipakai beli mobil sport dan diberi ke pengemis; mereka bilang sepuluh tahun menahan diri dan menawarkan merawat masa tuanya jika mau menyerahkan saham. Pemilik menolak keras, menyebut mereka pengkhianat dan menegaskan takkan menyerahkan perusahaan. Para investor dan pekerja mengancam akan mengungkap dan menindak jika utang tidak dibayar. Konflik memuncak saat mereka memaksa tindakan—keputusan sang pemilik masih belum diambil.