Episode dibuka dengan panggilan panik tentang rumah sakit; seseorang berjanji segera ke sana. Sofia menyerahkan kartu berisi 4 miliar—tabungan pribadinya—seraya meminta maaf karena telah merepotkan dan ingin membantu. Di lain tempat, seorang lawan mengumpulkan tim media, menyumpahi 'tua bangka' dan berencana membuat isu viral. Laporan TV menuduh Jansen, presiden Grup Jingga, sengaja menunggak gaji; karyawan menderita dan berutang sementara bos hidup mewah. Keluarga dan staf panik; pesan untuk 'kabari warga, Jansen kena masalah' menutup episode, mengantar ancaman eksposur publik yang belum terselesaikan.