Jansen terpojok oleh penagih yang mengancam mengambil alih perusahaannya jika ia tidak membayar; mereka memberi tenggat tiga hari setelah Jansen bersumpah akan 'lompat' kalau tak membayar. Di kantor, penagih mengejek aktingnya, menuntut tanda tangan surat pengalihan dan menegaskan perusahaan jadi milik mereka saat ia jatuh. Rekan-rekannya panik: rekening kosong, rumah dan perabot sudah dijual, serta proyek obat dihentikan sebagai hukuman. Perhitungan menunjukkan kekurangan sekitar 40 miliar dengan sisa satu hari. Telepon tentang rumah sakit menambah urgensi dan keputusan mendesak masih belum diambil.