Para pekerja mendatangi Jansen, sekretaris Qinan, menuntut gaji yang belum dibayar setelah Jansen beralasan tak punya uang. Mereka menghadapkan bukti: kartu bank yang diam-diam diberikan Jansen kepada istrinya, lalu menuduh pasangan itu merencanakan kabur membawa uang. Jansen bersikeras tidak berbohong dan berjanji 'besok pasti kubayar', namun tuduhan dan kemarahan menguat; Salman dan Tua Bangka memakinya dan menuduhnya pantas mati. Saat Jansen mengelak, kelompok itu memberi ultimatum keras: bayar hari ini atau 'kita mati bareng'. Episode berakhir tegang dengan nasib gaji dan keselamatan Jansen belum terjawab.