Heru dan Kak Yuda membawa telur untuk menukar gula merah agar ibu mereka yang baru melahirkan kembar bisa pulih. Di pasar, Bibi Santi setuju menukar setengah kilo gula merah dengan 20 butir telur, tapi Kak Heru membalik hitungan sehingga mereka malah dianggap berutang 20 tael dengan alasan telur "bukan telur biasa" dan risiko biaya pengobatan jika sakit. Warga heran dan menuduh penipuan; Bibi Santi kemudian menuntut gula merahnya kembali. Perselisihan soal utang 20 tael dan klaim penipuan itu belum terselesaikan.