Di Desa Tirtha, Gunung Talaga, dua ular kuno bernama Molan dan Bawen menjaga inti semesta yang memberikan keabadian dan kecantikan abadi. Mereka hidup damai bersama para biksu di kuil suci, menjaga energi bumi. Namun, kedamaian itu terganggu ketika aula kuil tiba-tiba terbakar hebat dan api sulit dikendalikan. Kepanikan melanda para biksu yang hanya bisa membaca kitab untuk latihan tanpa tahu bagaimana memadamkan api. Ancaman kebakaran ini memicu konflik langsung yang mengancam keselamatan kuil dan keberlangsungan perlindungan energi bumi, meninggalkan nasib kedua ular dan kuil dalam ketidakpastian.