Maru kembali dan menghadapi ancaman setelah Joko hilang dan Dewa Ular terbunuh, sehingga jantung Dewa Ular pun menghilang. Ketegangan meningkat saat Maru dikecam bahwa mereka harus membayar dengan nyawa atas tindakan itu. Dalam upaya mempertahankan diri, Santo memperingatkan tentang konsekuensi besar jika mereka melawan, yakni akan melepaskan energi bumi mematikan yang bisa menyebabkan kematian semua orang di kuil. Episode ini berakhir dengan ancaman yang menggantung, menempatkan karakter dalam tekanan berat tanpa jawaban pasti tentang nasib mereka selanjutnya.