Setelah kematian Molan yang menyakitkan, Santo dituduh bertanggung jawab dan terancam dibantai jika tidak bunuh diri, meski dia bersikeras ingin menyelidiki kebenaran. Santo mengajukan agar celah kemungkinan penyamaran dipertimbangkan, meminta waktu untuk mencari bukti demi menjaga hubungan yang tersisa. Namun, sikap warga kuil sangat permusuhan dan menuntut keadilan secara keras. Di tengah ancaman, paviliun yang kuat oleh cahaya Buddha dijadikan tempat aman bagi warga. Episode ini berakhir dengan pertanyaan tajam tentang asal usul inti Molan yang misterius, membuka jalan untuk pengungkapan berikutnya.