Kak Luki diperintahkan segera membawa anaknya pulang setelah seseorang mengancam nasib mereka kalau ayah pulang lewat jam 12. Untuk memaksa keputusan, mereka mengajukan taruhan: pertarungan biliar sebagai penentu nasib si bocah. Taruhan dinaikkan—jika bocah kalah, dia akan dikurung di ruang gelap sehari semalam. Awalnya bocah tak bisa bermain, tapi kemudian keadaan berubah dan sang ayah memulai giliran pertama. Seorang pihak mengingatkan bahwa ayah lawan mendapat penghargaan biliar tahun lalu, menegaskan lawan kuat. Mereka menyetujui taruhan; pertandingan segera dimulai dan nasib anak tetap belum pasti.