Episode dimulai ketika seorang tamu tidak dapat menemui Pak Sundiro karena sang jenderal sedang menerima tamu penting di sebuah acara dengan undangan terhormat. Si Peoni belum tiba, sehingga seorang wanita menawarkan diri menggantikan penampilan tari di hadapan tamu. Di sela acara, pesan dari istana: Presiden menyetujui penyewaan Kota Jimbar dan hak pakai rel kereta; Pak Sundiro diperintahkan untuk menarik pasukan dan ia setuju. Nona Jessi menghadapi seseorang yang terluka; seorang pria memperingatkan, 'Kalau nggak mau aku sentuh, nanti mati jangan salahkan aku.' Episode berakhir dengan keputusan penarikan dan nasib korban terluka belum jelas.